Selasa, 20 Januari 2009

Indonesia Mulai Belajar Soal Minyak pada Rusia



Keunggulan Rusia sebagai salah satu negara Eropa Timur yang menguasai teknologi mulai dilirik pemerintah Indonesia. Upaya transfer ilmu pengetahuan dan teknologi di beberapa bidang seperti teknologi perkapalan dan perminyakan juga sudah disiapkan.


Demikian dikatakan Hal itu dikatakan Wakil Dubes RI untuk Rusia A. Agus Sriyono dalam konferensi pers di Bakoel Koffie, Jl Cikini Raya, Jakarta, Selasa (20/1).

"Produk-produk teknologi perkapalan dan dirgantara Rusia itu sudah teruji daya tahannya, kita ingin dapat bertukar ilmu tak hanya memanfaatkan dengan membeli produknya saja," tutur Agus.

Dikatakannya, beberapa bidang yang menjadi keunggulan Rusia antara lain teknologi perminyakan. Di Rusia telah menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk mencairkan sumur-sumur minyak yang sudah berkerak sehingga menghambat produktivitas.

"Teknologi ini sangat tepat guna diterapkan di sini, mengingat banyak sumur-sumur minyak yang sudah tua dan berkerak. Beberapa perusahaan Indonesia telah membeli teknologi ini, maka bila diterapkan transfer pengetahuan kan lebih baik," tuturnya.

Sedangkan bidang lain yang dinilai unggul yakni dalam ilmu sosial seperti hubungan internasional dan ekonomi. "Dalam hal teknik nuklir Rusia juga memiliki keunggulan, maka diharap sarana beasiswa ke Rusia yang dibuka pemerintah Rusia dan Dirjen Dikti yang dimulai dalam waktu dekat bisa digunakan sebaik-baiknya," tambah Agus.

Selain itu, juga dibentuk joint selection committee antara kedua negara untuk melakukan pertukaran mahasiswa, dosen dan hasil-hasil riset mulai tahun ini. Beberapa universitas seperti UI, ITB dan Unhas telah menandatangani MoU terkait kerjasama tersebut dengan Universitas St. Petersburg di Moskow bulan ini.

Menurut Agus, program kerjasama bidang pendidikan ini juga bagian yang akan dilaporkan dalam Sidang Komisi Bersama Indonesia-Rusia ke-6 Agustus nanti. "Ini melengkapi kerjasama di bidang perdagangan yang telah terjalin, karena bidang pendidikan ini minim sekali atensinya, kita mendorong supaya masyarakat dapat memanfaatkan beasiswa belajar di Rusia," jelasnya.

Seperti diketahui, dalam kerjasama perdagangan Indonesia-Rusia telah mencatatkan nilai perdagangan 1,4 miliar US$ tahun lalu sedangkan nilai investasi sebesar 4 US$.

Dikutip dari Kompas.com edisi 20 Jan 09

Mobile drilling...;-)


Ini pengalaman baru saya selama kerja di directional drilling. Pertengahan desember tahun 2008 lalu kemarin saya ngerjain Well di kamojang (KMJ-82) JAWA BARAT bersama dgn senior Engineer saya. Job yg didapat kantor lumayan banyak sementara Engineer nya kurang disaat Drilling Operation hampir bersamaan pelaksanaannya. Akhirnya utk menutupi kekurangan personel, tiap Well hanya di cover oleh 3 Engineer. 

Drilling di kamojang belum selesai dan saya pun berangkat ke Well Semberah-22 dekat Samarinda KAL-TIM. Disana saya hanya 8 hari ngebor trus dipindahkan lagi kelokasi Well Lahendong-26 di Tomohon dekat Manado sampai saat saya buat tulisan di blog ini.

Finally, saya dah ngerjain 3 well dalam sebulan. Sungguh pengalaman yg melelahkan selama kerja di Drilling Operation...;-)

MY NEW BLOG...

Ide untuk membuat blog ini sebenarnya muncul ketika chat sama teman yg dah punya blog sendiri. Blog ini saya buat ketika ngebor di PGE Lahendong. Kebetulan pekerjaan saya saat membuat blog ini agak nyantai jadi ada waktu utk OL di internet. 

Tampilan blog ini sepertinya masih jauh dari memuaskan, tapi gapapalah hanya sekedar tempat utk share info, diskusi, etc...;-)